Selasa, 16 Maret 2010

Peluang 5 Juta liter Susu Segar/hari, Tantangan Bisnis Sapi Perah Domestik

DENGAN PRODUKSI SUSU SEGAR LOKAL yang hanya 20-30 persen dari total kebutuhan susu nasional, Indonesia masih harus mengimpor bahan baku susu 4 juta-5 juta liter setara susu segar per hari. Bila rata-rata produksi susu dalam negeri 10 liter per ekor, berarti setidaknya butuh 400.000- 500.000 ekor lagi sapi perah yang laktasi (menyusui) untuk memenuhi kekurangan produksi. Nilai ekonomi yang bisa digerakkan dari usaha sapi perah itu amat besar.Dengan tambahan produksi susu segar sebanyak itu, akan ada tambahan omzet dari penjualan susu Rp 12 miliar-Rp 15 miliar per hari atau rata-rata Rp 4,28 triliun-Rp 5,48 triliun per tahun. Hitungan ini dengan asumsi harga Rp 3.000 per liter.

Berputarnya uang sebesar itu di pedesaan tentu akan mampu membangkitkan ekonomi pedesaan, bahkan menjalar ke kota. Makin besar lagi perputaran uangnya jika susu segar tersebut diolah oleh industri pengolahan susu di desa-desa sehingga menghasilkan nilai tambah yang bisa lima kali lipat lebih besarnya.

Ambil contoh seorang peternak sapi perah dengan 12 sapi perah yang dimilikinya: tujuh ekor induk dan lima ekor laktasi. Maka, produksi susu peternak tersebut adalah 72 liter per hari. Dengan harga susu Rp 3.000 per liter, berarti pendapatan kotor hariannya mencapai Rp 216.000 atau Rp 6,48 juta per bulan. Pendapatan itu masih dipotong untuk pembelian konsentrat dan singkong sebesar Rp 88.000 per hari. Belum lagi untuk pembelian rumput saat musim kemarau Rp 5.000 per ikat. Jadi, pendapatan bersih per bulannya sekitar Rp 4 juta. Selain dari susu, juga keuntungan tambahan lain seperti mereka tak perlu lagi membeli pupuk untuk tanaman pertaniannya. Tak perlu membeli minyak tanah atau gas untuk memasak karena bisa memanfaatkan energi biogas.

Wah...ternyata oke banget ya,jadi peternak sapi perah. Lalu, apa sebenarnya kendala dan tantangan pengembangan bisnis sapi perah di Indonesia, dan bagaimana pendapat temen2 untuk solusi masalah ini ?

Untuk saran, komentar, usul dan urun rembug perihal topik diskusi ini, silakan klik di tautan berikut ini:
http://www.facebook.com/topic.php?uid=151960390965&topic=23281

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar