Rabu, 17 Maret 2010

Efek Lalat Pada Sapi

Efek Lalat Pada Sapi

Friday, December 11, 2009
By Abrianto Wahyu Wibisono
efek lalat pada sapi 
Lalat adalah serangga yang termasuk dalam ordo diphtera, dengan sepasang sayap berbentuk membran. Lalat merupakan salah satu species yang berperan dalam masalah kesehatan baik hewan ataupun manusia. Pada manusia, lalat menyebabkan penularan penyakit saluran pencernaan seperti: kolera, typhus, disentri, dan lain lain.
Pada hewan ternak seperti sapi, ternyata lalat juga  merugikan. Jika ada sapi yang terluka, lalat akan segera hinggap dan menginfestasi  larva kedalam luka tersebut. Akibatnya, sapi akan terserang penyakit Myasis. Selama periode tertentu,larva yang telah diinfestasi oleh lalat tersebut akan memakan jaringan hidup atau mati dari daging, bahan-bahan cairan tubuh atau makanan yang ditelan. Akibatnya, sapi akan menampakkan gejala-gejala sbb :
  1. Lesu.
  2. Nafsu makan kurang.
  3. Bobot badan menurun cepat.
  4. Selalu gelisah.
lalat pada kaki sapi 
Jika tidak segera ditangani, maka peternak sapi akan  mengalami kerugian sebagai  akibat myasis ini yaitu :
  • Terjadi malnutrisi.
  • Produksi susu dan daging turun.
  • Kematian.
Di seluruh dunia, jumlah species lalat  cukup banyak, yaitu antara 60.000 – 100.000 spesies lalat, tetapi tidak semua berbahaya bagi kesehatan ternak dan manusia. Hampir semua bagian tubuh lalat dapat menularkan penyakit, seperti : bulu badan, bulu pada anggota gerak, muntahan serta faecesnya.
Siklus hidup lalat
siklus hidup lalat di kandang sapi 
Pada umumnya siklus hidup lalat melalui 4 stadium yaitu : telur -> larva ->pupa->lalat dewasa. Pada beberapa jenis lalat, telur-telur tetap dalam tubuh lalat dewasa sampai menetap dan baru kemudian dilahirkan larva. Lamanya siklus hidup dan kebiasaan tempat bertelur bisa berbeda antara berbagai jenis lalat. Demikian pula terdapat perbedaan-perbedaan dalam hal suhu dan tempat hidup yang biasanya untuk masing-masing jenis lalat.
Jenis-jenis lalat
  • lalat rumah Musca Domestica di peternakan sapiLalat rumah (Musca domestica). Ini jenis lalat yang paling banyak terdapat diantara jenis-jenis lalat rumah. Lalat ini paling sering menyebabkan berbagai penyakit. Lalat rumah sangat menyukai tempat sampah, kotoran kuda, kotoran babi, kotoran burung dan kotoran manusia karena lembab, hangat dan mengandung banyak makanan untuk larva-larva-nya. Daya jelajah Lalat rumah bisa mencapai jarak 15 km dalam waktu 24 jam. Sebagian terbesar tetap berada dalam jarak 1,5 km di sekitar tempat pembiakannya, tetapi beberapa bisa sampai sejauh 50 km.
  • lalat jenis fannia di peternakan sapiLalat rumah kecil (jenis Fannia). Lalat  ini menyerupai lalat rumah biasa, tetapi memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan mempunyai kebiasaan untuk menggigit. Mereka membiak di kotoran manusia dan hewan danjuga dibagian-bagian tumbuhan yang membusuk, misalnya di tumpukan rumput yang membusuk. Jenis lalat ini tidak berperan dalam penularan penyakit pada manusia tetapi dapat memindahkan penyakit-penyakit pada hewan.
  • efek lalat green-bottle-fly-pada sapiBottle flies dan Blow flies. Jenis meletakkan telur-telur mereka pada daging, contohnya adalah : Black blowfly (jenis Phormia), Green dan bonze bottle flies (jenis phaenicia dsb), Blue bottle flies (jenis Cynomyopsis dan Calliphora). Jenis ini membiak pada tubuh hewan yang membusuk atau bertelur ditumbuhan-tumbuhan jika  tidak ada daging hewan. Larva dari lalat jenis ini menyebabkan myasis pada binatang dan manusia.
.
  • lalat sapi sarcophagaLalat daging (Genus Sarcophaga). Lalat ini termasuk dalam genus Sarcophaga, artinya pemakan daging. Berukuran cukup besar dan terdapat bintik pada ujung badan mereka. Larva lalat ini hidup dalam daging, tetapi juga berkembang biak pembiakan pada kotoran hewan. Jenis ini juga menyebabkan myiasis pada manusia.
Melihat efek yang ditimbulkan, lalat memang merugikan, oleh sebab itu lalat memang harus dilenyapkan dari lingkungan sekitar kita. Ada banyak cara untuk membasmi lalat yaitu :
  • Menghilangkan tempat-tempat pembiakan lalat, dengan cara menjaga kebersihan serta menutup tempat pembuangan sampah agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan lalat.
  • Melindungi makanan terhadap kontaminasi oleh lalat
  • Membasmi larva lalat, dengan cara selalu membersihkan kandang hewan ternak.
  • Membasmi lalat dewasa dengan cara melakukan penyemprotan insektisida atau menyebarkan obat pembasmi lalat.
Sumber ; Dunia Sapi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar